-->

Tuesday, October 02, 2012

Oh please. Just give up, Syifa!

Posted by syifa ps at 23:06
Okay, please forgive me for being all mellow. It's been so long since my last post. And when I'm back, all I can type is this kind of sh*t. Oh, forgive me.

Am I okay right now? Hell no. I'm not. Dari luar orang ngeliat pasti muka aku biasa-biasa aja. Mata nggak bengkak, berair juga nggak, rambut awut-awutan khas orang depresi juga nggak. Muka masih senyum, ketawa-ketawa, masih seger. Guess what? Inside, I'm torn. Into billion pieces. Maybe.
Oh, semua orang penasaran pasti, peristiwa mengerikan apa yang bikin aku begini. Well, it's simple yet complicated. Love.


You can laugh hardly. I can't see your laughing faces anyway, lawl. So, I know this guy since I was 4. He was my neighbour, and we often played together. Sebenarnya, kalo ini diceritain dari titik awal sampai sekarang, aku yakin ceritanya bakal panjang. Just so you know, I had love this person even before I know any teenlit or mangas. Since my parents didn't allow me to read any of them back then. Memang mirip novel remaja atau cerita di manga, tapi minus akhir yang bahagia selamanya *ketawa miris*
Balik ke cerita, cowok ini seringkali jadi penolong aku di saat susah. Waktu kecil, SD lebih tepatnya, bisa dibilang aku lumayan sering dikerjain. Mungkin karena tampang yang mengundang juga kali, ya. Dia yang suka belain aku, meskipun dia juga sering gangguin aku. Hahaha mungkin nggak rela kali kalo mainannya (aku) dimainin juga sama orang lain.

Dan masih banyak hal lain yang dia lakuin yang nggak bisa aku sebutin. Hal lain yang nggak akan dilakuin anak seumur dia untuk anak cewek seumur aku. Kadang dia memang terlalu kekanakan, tapi di saat yang sama dia bikin aku percaya kalo dia jauh lebih dewasa dari aku di semua hal. Dan suatu hari, dia bikin janji ke aku sebelum kita akhirnya jadi lama nggak ketemu. Orang tua kita kerja di satu perusahaan BUMN yang sama. Waktu itu dia kira keluarga aku juga bakal pindah ke daerah yang sama kayak dia, meskipun akhirnya ayah ditransfer ke daerah asal keluarga aku tinggal sebelum aku ketemu dia. So, kita berpisah without saying goodbye to each other. I know that I'm just a child back then. People can call it puppy love, but it's not it for me. Even though, I did not know what a lover means. What I knew is that I want to be with him every time. I want him to be by my side.
Setahun kemudian, ayah ditransfer ke daerah asal, bersamaan dengan beberapa teman kerja ayah yang punya anak sepantaran sama aku. Dan mereka tahu ceritanya aku sama cowok itu. Pernah suatu kali, mereka bilang ke aku, kalo cowok itu sudah meninggal. Aku percaya. Kenapa? Karena malam sebelumnya, aku mimpi cowok itu bilang ke aku "Maaf, janjinya nggak bisa ditepatin. Aku harus pergi." dan saat itu juga aku setengah hati menyerah.

Beberapa tahun kemudian, aku udah jadi remaja. Aku udah tahu yang namanya hubungan cewek-cowok (baca; pacaran) dan waktu itu memang ada yang lagi, yah, ngedeketin. Tapi entah kenapa, setiap ada yang mendekat, atau waktu aku lagi merasa aku suka sama seseorang, I couldn't stop but comparing them to him! Tiap aku pacaran sama seseorang, nggak pernah lama. Aku nggak puas, karena orang yang sama aku waktu itu bukan dia. Dan 'dalamnya' juga ga ada miripnya sama sekali. Padahal aku pacaran waktu itu supaya aku bisa lupa sama cowok itu. Tapi efeknya malah kebalikan. Makanya aku lebih milih aku nggak pacaran sama siapa-siapa waktu itu. I felt like a jerk, actually. Mereka sayang sama aku, tapi aku malah ngebandingin mereka sama orang lain, meskipun mereka nggak pernah tahu alasan kita nggak sama-sama lagi. 

Sampai akhirnya aku ada di tahun ketiga SMA. Waktu itu di salah satu social network, aku dapat personal message. Dan itu dia! Cowok itu. Dia minta nomor yang bisa dia hubungi, dan aku kasih saat itu juga. Jujur aja, aku sendiri nggak ngerti perasaan aku gimana waktu itu. Aku gemetaran, aku nangis. Tangis bahagia tentunya...

Well, I'm going to continue this true story later. I got my Illustration assignment and I haven't made any progress since I started *sighs*

0 comments:

Post a Comment

 

syifa's melody of life ♫ Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review