Some people who read this would probably think I wrote that kind of story. That kind of story with riddles and such. Well, no. It's actually my very own experience today *sigh
Today is actually Sunday, and like every Sunday I spent before, I only stared at my beloved monitor and turned on the TV, and was munch the cassava chips that I bought one day before.
Bagi gue, hari Minggu itu bagai surga. Cuma di hari-hari weekend semacam Sabtu-Minggu gue bisa males-malesan guling-gulingan di kamar. Makan cemilan sambil tidur, baca komik atau novel online, nonton dvd sampai itu dvd player panasnya kayak tungku, etc.
Sampai itu kejadian.
Sebelum itu, gue cerita dulu. Gue berencana untuk kembali berteman sama yang namanya b-e-h-e-l. Bukan, bukan karena gue mau jadi bagian dari komunitas 3B atau 5B (behel, belah tengah, blekbereh, sama apa lagi gue lupa) itu, ini lebih tepat karena kebutuhan gue. Kata nyokap gue, ini kebutuhan primer. Jleb.
And fyi, ini bukan pertama kalinya gue temenan sama behel. Jauh sebelum behel tenar kayak sekarang, gue udah pernah kenalan sama dia waktu masih jaman Betty La-siapalah itu.
Balik ke masalah awal. Gue yang lagi asik-asiknya baca komik online (since I can't afford to buy that much, ya know), dan mengunyah keripik singkong, gue menemukan beberapa bagian adegan yang gue anggap 'oh dis is so funneeeehhh!' dan gue ngakak. Kayak biaasa. Sambil baca komik online dan pindah-pindah channel (entah kenapa jaman sekarang gue jarang bisa nemuin program menarik), gue baca ulang -entah-untuk-yang-keberapa-kalinya- teenlit Winter in Tokyo yang ditulis Ilana Tan. Yeah, I've got that mixed feelings lol. Waktu gue mulai berhenti baca teenlit, gue mulai ngerasa orang bambung di perut gue udah mukul-mukulin lambung gue, so buat ngasih sedekah sementara ke si bambung itu, gue ngunyah keripik singkong.
Dan biar gue kasih tau, posisi tengkurap, ngakak, dan ngunyah keripik singkong itu bukan kombinasi yang tepat. Apalagi kalau kondisi gigi geraham lo udah ga mantep lagi tambalannya alias emang bolong parah -__-
Lebih buruk lagi kalo ternyata lo kurang kalsium orz. Kayak gue.
Dan itu yang bikin gigi geraham gue cuil separoh. Tau kan maksud gue cuil? Sebagian geraham gue masih ada. Dan akarnya masih nyambung sama gusi gue. Tapi yang sebagian lagi? Gue bahkan gatau kemana *brb nyanyiin alamat palsu*
Dugaan gue, itu sebagian gusi gue kebawa sama keripik singkong dan dikonsumsi sama orang bambung dalam perut gue. Bleh. Jujur aja, rasanya aneh karena kehilangan sebagian geraham gue sama dengan kehilangan sebagian jiwa gue *weseeeeeee
Yang bikin jengkel, ini ga akan tumbuh lagi meeen. Dan lidah gue yang tidak berdosa harus ngerasain keanehan ini. Bikin gue makin mewek. Iya, gue nangis gara-gara geraham gue ilang sebagian. Keripik singkong laknat hikssss ;~;
Teruuuuuuussss, apa hubungannya sama behel?
Apa hubungannya? Jelas ada. Asal tau aja, geraham gue yang rapuh ini, sebenernya, dan seharusnya dijadiin tempat naroh breket (eh bener ga namanya ini?). Tau kan, kalau orang pake behel (yang seriusan loh, bukan untuk gaul), kawatnya itu bakalan dikait ke suatu tempat. Nah, bentuk breket ini kayak cincin dan dipasang di geraham. Apa jadinya kalau geraham lo rompal separoh? Gue juga gatau.
Masalahnya sekarang, gue udah bilang sama nyokap kalau gue udah pasang behel seperti instruksi dari kedua orang tua gue (sumpah durhaka banget ya gueeeee ;~~~; ) yang nyatanya belom gue lakuin karena hobi gue menunda-nunda sesuatu.
Gue gatau sekarang harus gimana di saat geraham tercinta ini memilih buat kabur dari gue demi ngasih gue pelajaran berharga kalau ternyata menunda-nunda sesuatu itu cuma bikin susah, bingung, dan yang lo dapet cuma nyesel aja sewaktu ada kejadian ga terduga kayak gini.
blog list ♥
Sunday, March 18, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment